Tegar di Masa Sukar

Banyak orang yang tidak percaya mengalami ketakutan dan tekanan yang hebat saat masa sukar datang, sehingga pada akhirnya mereka mencoba mencari jalan yang menurut mereka dapat membuat mereka mengatasi masa sukar tersebut. Maka tak mengherankan apabila kita mendengar berita tentang orang yang bunuh diri hanya karena tidak sanggup menghadapi kesukaran hidup.

Sebagai orang percaya kita harus menyadari bahwa kita memiliki Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita, di masa sukar sekalipun. Dalam Matius 10:31 Yesus berkata: Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Apa yang Yesus katakan ini merupakan suatu jaminan bagi kita sebagai orang percaya dalam masa-masa sukar. Jikalau Allah sanggup memelihara burung-burung  pipit, apalagi kita yang lebih berharga di hadapanNya. Allahpun sanggup memelihara kita dalam segala situasi, termasuk dalam masa-masa sukar. Itu sebabnya tidak ada lagi alasan untuk kita takut. Kita tidak boleh takut pada apapun, hanya kepada Tuhanlah kita harus takut. Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. (Matius 10:28).  Inilah yang menjadi sebuah alasan kita untuk tetap tegar di masa sukar.

Kita melihat beberapa contoh tentang masa-masa sukar yang dialami beberapa tokoh di Alkitab. Contoh pertama dapat kita lihat dalam Yohanes 11:17. Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. Dalam ayat ini diceritakan tentang matinya Lazarus. Lazarus mempunyai dua saudara perempuan, Maria dan Marta. Saat Yesus datang ke rumah mereka, Lazarus sudah empat hari dikuburkan. Waktu Marta mengetahui tentang kedatangan Yesus, dia datang kepada Yesus. Yesuspun menyuruh memanggil Maria, saudaranya. Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: “Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau.” (Yohanes 11:28). Ketika Maria datang kepada Yesus, dia mencurahkan segala isi hatinya di hadapanNya. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” (Yohanes 11:32). Apa yang ada dalam pikirannya ialah apabila Yesus tidak terlambat datang, maka Lazarus tidak akan mati. Melihat situasi ini Yesus memerintahkan supaya batu penutup kubur Lazarus dibuka. Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” (Yohanes 11:39). Ketika Yesus memberi perintah ini, Marta merasa hal itu adalah sesuatu yang sia-sia, karena Lazarus sudah empat hari meninggal. Namun yang terjadi kemudian adalah hal yang luar biasa. Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” (Yohanes 11:43-44). Yesus memerintahkan Lazarus untuk keluar dari kuburnya, dan Lazaruspun bangkit dan keluar dari kuburnya. Di sini kita melihat bahwa Yesus adalah jalan keluar pada masa-masa yang sukar.

Contoh lain kita dapat lihat dalam kehidupan rasul Paulus. Dia memberi pernyataan demikian: Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? (Roma 8:35). Sekalipun masa-masa sukar pernah dia alami, namun dia tetap tegar menghadapi semuanya. Karena dia tahu bahwa Kristuslah yang menjadi jaminannya.

Dari dua contoh tersebut di atas, hendaknya menjadi sebuah pola dan teladan bagi kehidupan kita. Supaya kita tidak merasa takut lagi, karena Yesus sanggup menjadi penolong dan jalan keluar dalam setiap persoalan yang kita hadapi. Apa yang harus kita lakukan saat dalam masa-masa sukar?

  1. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Roma 12:11). Artinya adalah pertama, kita tidak boleh kendor dalam pengiringan kita kepada Tuhan, kita harus menjadi semakin giat di dalam Dia. Kedua, kita harus terus mengijinkan Roh Allah berkobar-kobar dalam hidup kita, sehingga kita dapat kuat di dalam Tuhan. Ketiga, kita harus tetap melayani Tuhan  apapun situasi yang kita hadapi.
  2. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. (Yesaya 40:30-31). Tanpa Tuhan kita akan menjadi lemah dan jatuh. Namun ayat ini memberikan kepada kita sebuah jaminan, bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan akan diberi kekuatan baru. Menanti-nantikan Tuhan adalah sebuah sikap kita untuk menyatu dengan Tuhan. Kita dapat menyatu dengan Tuhan dalam persekutuan kita dengan Dia. Dengan demikian Tuhan akan memampukan kita dalam menghadapi masa-masa sukar. Kita akan menjadi pribadi-pribadi yang tegar di tengah masa sukar.

Kesimpulannya ialah dalam hidup ini kita akan menghadapi masa sukar. Namun masa sukar bukanlah sesuatu yang harus ditakuti dan dihindari. Kita punya Allah yang sanggup menjadi jalan keluar dalam masa sukar. Kita punya Allah yang sanggup memberi kekuatan kepada kita semua, sehingga kita sanggup menghadapi masa-masa sukar dengan tegar. Yang harus kita kerjakan adalah, jangan kendor dalam pengiringan dan pelayanan kita kepada Tuhan, dan tetaplah menantikan Tuhan dalam persekutuan kita dengan Dia. Maka Tuhan akan menyatakan pertolongannya kepada kita.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s